Saturday, May 13, 2017

Pasca Ahok Kalah

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 07 Mei 2017

Foto: nahimunkar.com

Pilgub DKI telah usai dengan kemenangan yang diperoleh Anis-Sandi dalam pencoblosan beberapa waktu lalu. Rival mereka, Ahok-Jarot harus rela menerima kekalahan. Jika dicermati, kekalahan telak yang dialami Ahok-Jarot menjadi bukti bahwa gelora umat Islam yang menyala-nyala tak dapat dilawan. Bangkitnya sentimen keagamaan di tubuh umat Islam Indonesia merupakan salah satu faktor penting yang membuat Ahok terjungkal. Solidaritas umat Islam ini pada awalnya berpunca pada tindakan Ahok yang telah menistakan Al-Quran plus sikap tak etis yang ditunjukkannya kepada Rais Am Nahdatul Ulama, KH. Ma’ruf Amin. Akhirnya, dua sikap ini telah memicu kemarahan publik, khususnya umat Islam.


Friday, May 12, 2017

Mengusir Kepanikan

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 8 Mei 2017

Foto: antaranews.com

Tersiar kabar, Gubernur Kalimantan Barat diusir dari Aceh. Sekejap saja kabar ini pun beredar luas. Informasi ini juga sempat dirilis oleh beberapa media online di Aceh. Harianmerdeka.com (06/05/17) misalnya, mengabarkan bahwa puluhan aktivis FPI mendatangi hotel tempat menginap Gubenur Kalbar yang kononnya bernama Cornelis. Menurut Harian Merdeka, penolakan tersebut disebabkan oleh tindakan Cornelis yang disebut-sebut sering menolak kehadiran ulama ke Kalbar. Alhasil, masih menurut Harian Merdeka, Gubernur Cornelis – seperti diakui oleh pihak Hotel Hermes, akhirnya meninggalkan Aceh.


Ketika Muallem Harus Mengalah

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 04 Mei 2017

Foto: acehterkini.com

Baru-baru ini netizen Aceh dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang diposting seorang netizen di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebuah mobil CRV putih berplat BK 1603 ET yang ditumpangi Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Muallem). Mobil tersebut dipaksa oleh masyarakat setempat untuk “balik kanan” karena berlawanan arah.


Monday, May 8, 2017

Saudara Kembar “Berebut Tahta” (PA vs PNA)

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 30 April 2017 

Foto: aceh.tribunnews.com

Sebelum terlalu jauh, penting ditegaskan bahwa tulisan ini sama sekali tidak bermaksud mempertentangkan Partai Aceh (PA) dan Partai Nasional Aceh (PNA) yang notabene berasal dari satu “kandang.” Tapi hanya sebuah upaya menjenguk masa lalu demi tercapainya masa depan yang lebih baik. Para pendiri kedua partai ini (PA dan PNA) sama-sama berasal dari kombatan dan juga sipil Gerakan Aceh Merdeka. Sebagaimana telah kita saksikan, pasca ditandatanganinya MoU Helsinky, GAM telah meninggalkan pola perlawanan bersenjata dan beralih ke panggung politik.


Friday, May 5, 2017

Jangan Biarkan Tikus Bunuh Diri

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 30 April 2017

Ilustrasi

Dulu, pada sekira tahun 2013, saya sempat membaca sebuah status menarik dari akun facebook yang menamainya dirinya sebagai “Status Suka-Suka Gue.” Si pemilik akun menulis: “Ribuan tikus terindikasi bunuh diri, diduga tak tahan selalu disamakan dengan koruptor.” Pada 2016 saya kembali menemukan sebuah twitan sejenis dari akun twitter @Liputan9. Dan, kemarin (29/04/17), ketika memantau beranda facebook, status serupa kembali muncul. Kali ini diposting oleh kakanda kita, Ampuh Devayan dengan tampilan yang lebih kreatif: “Breking News: Seekor tikus ditemukan gantung diri. Diduga ia nekat mengakhiri hidupnya karena malu disamakan dengan koruptor.” 


Wednesday, May 3, 2017

Para Pemuja dan Akal Yang Tertidur

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 27 April 2017

Ilustrasi
Foto: wallpaper-gallery.net

Ahbib habiibaka haunan ma ‘asa an yakuuna baghiidhaka yauman ma, wabghidh baghidhaka haunan ma ‘asa an yakuuna habiibaka yauman ma (cintailah kekasihmu sekedarnya saja, bisa jadi orang yang kamu cintai itu akan menjadi orang yang kamu benci di kemudian hari. Dan bencilah musuhmu sekedarnya juga, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi orang yang paling kamu cintai).


Sunday, April 30, 2017

Selamatkan Mante!

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 22 April 2017

Ilustrasi
Foto: pinterest.com

Kemajuan teknologi komunikasi di zaman multimedia seperti saat ini telah berdampak pada banjirnya informasi. Akibatnya, arus informasi yang kian hebat itu pun tak bisa dibendung. Melalui media sosial, beragam informasi bertaburan dan menyebar cepat ke seantero negeri. Sebagian informasi yang mengalir deras itu memang mencerahkan dan berdampak pada kecerdasan publik. Namun terkadang kita juga dihadapkan pada informasi palsu (hoax) yang membuat kewarasan sebagian kita tergadaikan sehingga muncullah fitnah dan saling hujat di media sosial.