Friday, June 23, 2017

Ketika Mata Menjadi Hakim

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 04 Juni 2017

Foto: allaboutvision.com

Dalam KBBI, kata ‘melihat’ dimaknai sebagai sebuah tindakan menggunakan mata untuk memandang suatu objek. Sementara kata ‘memperhatikan’ diartikan sebagai kegiatan melihat dalam jangka waktu lama dan teliti. Dengan demikian, melihat dan memperhatikan selain memiliki persamaan, juga terdapat perbedaan. Kegiatan melihat hanya terjadi sepintas, sedangkan memperhatikan membutuhkan waktu lama dan tidak hanya melibatkan mata, tetapi juga pikiran, hati, dan kejelian.


Thursday, June 15, 2017

PLN Tuli Peluit

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 29 Mei 2017

Foto: guoguiyan.com

Ramadhan pertama kampung saya gelap. Buka puasa perdana hari itu terpaksa menggunakan perasaan, karena stok lilin telah kosong. Bukan tidak ada persiapan, tapi karena terlanjur percaya kepada janji PLN, yang katanya Ramadhan tidak ada pemadaman. Tapi, kenyataannya PLN tetap ulok. Dan kita pun sudah terbiasa dengan ulok ala PLN.


Thursday, May 25, 2017

Intelektual Garis Tombol

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 23 Mei 2017

Foto: Buku Sepuluh Tahun Darussalam

“Atas dasar pemikiran jang bersendikan adjaran Ilahi, maka Darussalam adalah lambang kedamaian dan tjinta-kasih, tempat mentjetak manusia jang beriman dan berbakti, tempat menggali ilmu pengetahuan untuk disumbangkan kepada ummat manusia, tempat membina Manusia Pantjasila jang berdjiwa besar, berpengetahuan luas dan berbudi luhur.” (Ali Hasjmy, Sepuluh Tahun Darussalam, 1969).


Negara Semakin Panik!

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 09 Mei 2017

Foto: aktual.com

Kemarin (08/05/17), Menkopolhukam Wiranto telah menggelar konferensi pers dan mengumumkan pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Wiranto menyebut keberadaan HTI dapat membahayakan NKRI. Secara lebih tegas seperti dilansir detik.com, Wiranto menyatakan bahwa HTI sebagai ormas berbadan hukum tidak melaksanakan peran positif dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional. Wiranto juga menyebut aktivitas HTI telah menimbulkan benturan di masyarakat serta mengancam keamanan.


Saturday, May 13, 2017

Pasca Ahok Kalah

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 07 Mei 2017

Foto: nahimunkar.com

Pilgub DKI telah usai dengan kemenangan yang diperoleh Anis-Sandi dalam pencoblosan beberapa waktu lalu. Rival mereka, Ahok-Jarot harus rela menerima kekalahan. Jika dicermati, kekalahan telak yang dialami Ahok-Jarot menjadi bukti bahwa gelora umat Islam yang menyala-nyala tak dapat dilawan. Bangkitnya sentimen keagamaan di tubuh umat Islam Indonesia merupakan salah satu faktor penting yang membuat Ahok terjungkal. Solidaritas umat Islam ini pada awalnya berpunca pada tindakan Ahok yang telah menistakan Al-Quran plus sikap tak etis yang ditunjukkannya kepada Rais Am Nahdatul Ulama, KH. Ma’ruf Amin. Akhirnya, dua sikap ini telah memicu kemarahan publik, khususnya umat Islam.


Friday, May 12, 2017

Mengusir Kepanikan

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 8 Mei 2017

Foto: antaranews.com

Tersiar kabar, Gubernur Kalimantan Barat diusir dari Aceh. Sekejap saja kabar ini pun beredar luas. Informasi ini juga sempat dirilis oleh beberapa media online di Aceh. Harianmerdeka.com (06/05/17) misalnya, mengabarkan bahwa puluhan aktivis FPI mendatangi hotel tempat menginap Gubenur Kalbar yang kononnya bernama Cornelis. Menurut Harian Merdeka, penolakan tersebut disebabkan oleh tindakan Cornelis yang disebut-sebut sering menolak kehadiran ulama ke Kalbar. Alhasil, masih menurut Harian Merdeka, Gubernur Cornelis – seperti diakui oleh pihak Hotel Hermes, akhirnya meninggalkan Aceh.


Ketika Muallem Harus Mengalah

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 04 Mei 2017

Foto: acehterkini.com

Baru-baru ini netizen Aceh dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik yang diposting seorang netizen di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebuah mobil CRV putih berplat BK 1603 ET yang ditumpangi Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Muallem). Mobil tersebut dipaksa oleh masyarakat setempat untuk “balik kanan” karena berlawanan arah.