Thursday, July 27, 2017

Apa Karya dan Riwayat Terpendam Bagian II

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 10 Juni 2017

Penulis di depan rumah Apa Karya (2017)

Pagi itu (09/07/17), saya menikmati secangkir kopi panas bersama Azmi Abubakar di seputaran Kota Bireuen. Di sela-sela diskusi ringan, saya mengajukan satu pertanyaan kepada Azmi. Bagaimana bisa Apa Karya (Zakaria Saman) membangun rumah semegah itu? Awalnya saya menduga Azmi akan terkejut mendengar pertanyaan tersebut. Tapi dia hanya tersenyum.


“Duet Maut” dan Identitas Simbolik

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 10 Juli 2017



Senior saya Risman Rachman, dalam catatan redaksi AceHTrend dengan tajuk “Style Aceh, Dok Takhem” mencoba mengulas tentang munculnya berbagai style pakaian yang digunakan kepala daerah di Aceh. Dari hasil pantauannya di media sosial, Risman menyebut ada tiga style yang sedang “viral” saat ini, yaitu meusingklet gaki, meugantung gaki dan meusarong gaki.


Tuesday, July 25, 2017

Menatap Bireuen dari Puncak Teulaga Maneh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 08 Juli 2017



Saya bersama Bang Azmi Abubakar mengawali pagi (Jumat, 06/07/17) dengan meneguk kopi di pusat Kota Bireuen, tepatnya di depan Meunasah Kulah Batee. Sambil menikmati kopi sanger, kami terlibat perbincangan dengan seorang pemuda Bireuen, sebut saja namanya “brother” (untuk menghindari menyebut bunga). Brother mengajak kami untuk jalan-jalan sambil menunggu waktu Jumat. Setelah menceritakan sedikit tentang objek yang akan dituju, kami pun merasa tertarik dan bahkan terhipnotis.


Monday, July 24, 2017

The Power of Singklet Gaki

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 04 Juli 2017



Mungkin tidak berlebihan jika ada segelintir pihak yang menuding kita sebagai bangsa peniru. Kita boleh saja tidak sepakat dengan tudingan ini, tapi hampir setiap waktu kita berhadapan dengan realitas teumiree (meniru). Contoh paling aktual mungkin dapat kita saksikan sendiri dalam dunia musik Aceh. Dengan pengecualian beberapa kelompok musik etnik, hampir sebagian besar lagu-lagu Aceh merupakan copy paste dari musik India dengan hanya mengubah syair dalam bahasa Aceh. Sehingga tidak heran jika seorang penyanyi bisa mengeluarkan empat sampai lima album dalam setahun.


Saturday, July 15, 2017

Apa Karya dan Riwayat Terpendam (Bagian I)

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 29 Juni 2017

Penulis bersama Apa Karya (Banda Aceh, 2016)


Sambil menikmati segelas kopi sanger, seorang teman yang juga orang dekat Apa Karya (Zakaria Saman) menceritakan sebuah peristiwa unik sekaligus mengharukan. Dalam logika sosial politik pasca konflik Aceh, cerita serupa ini hampir-hampir tidak bisa diterima oleh akal sehat mayoritas masyarakat Aceh. Dan dalam konteks yang lebih luas, kisah ini pun akan dianggap berlawanan dengan nalar sebagian kita yang telah terperangkap dalam kubangan “hedonisme.” Bukan tidak mungkin cerita ini akan divonis sebagai hanya imajinasi belaka.


Wednesday, July 12, 2017

Para “Pemburu” Salib

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 30 Juni 2017



Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Kristen adalah salah satu agama misi, di mana para penganutnya diperintahkan untuk menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia. Penyebaran misi ini dilakukan melalui berbagai strategi, baik melalui peperangan maupun melalui pendekatan kultural. Dalam praktiknya, upaya Kristenisasi juga dilakukan dengan pendekatan ekonomi guna menyukseskan misinya. 


Tuesday, July 11, 2017

Menyiram Bunga Kertas di Hari Raya Medsosiah

Oleh: Khairil Miswar 

Bungkaih, 25 Juni 2017

Foto: Doc. Google

Kedatangan Ramadhan biasanya hanya disambut oleh orang-orang yang berpuasa, sebaliknya, kehadiran hari raya disambut dengan sangat meriah oleh setiap mereka yang merasa dirinya muslim, bahkan oleh mereka yang tidak berpuasa sekali pun. Meskipun sebagian kita bisa dengan mudah melupakan puasa, tapi hampir semua kita tidak mampu melupakan hari raya.