Thursday, September 7, 2017

Menjenguk Bunker Peninggalan Kolonial di Bireuen

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 19 Juli 2017

Penulis di Bunker Jepang

Setelah menempuh perjalanan sekira 2 km dari Kota Bireuen (Jumat, 14/07/17), kami pun tiba di kawasan perbuktikan yang oleh pemiliknya dinamai sebagai Puncak Teulaga Maneh. Kawasan ini masuk dalam wilayah kecamatan Juli dan Kota Juang. Lahan seluas 8 hektar ini adalah milik seorang warga Kecamatan Kota Juang, Muslem, yang sering disapa Tu Lem.


Tu Lem; Mimpi Besar Eks Combatan

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 17 Juli 2017

Penulis dan Tu Lem (Kaos Hijau)

Sekira dua minggu lalu, ketika sedang asyik-asyiknya meneguk kopi bersama Azmi Abubakar, tepatnya di sebuah warkop di depan Meunasah Kulah Batee Bireuen – kami dihampiri oleh seorang pemuda yang sebelumnya tidak saya kenal. Azmi mengenalkan si pemuda tersebut kepada saya. “Namanya Muslem, biasa dipanggil Tu Lem”, kata Azmi kepada saya. Dan kami pun bersalaman. “Tu Lem ini mantan kombatan”, tambah Azmi. Saya hanya mengangguk-nganguk mendengar penjelasan Azmi.


Thursday, August 24, 2017

Cambuk Garis Selfi

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 15 Juli 2017

Foto: http://diliputnews.com

Aceh kembali dilanda isu seksi terkait wacana modifikasi hukuman cambuk yang kononnya muncul pasca pertemuan Gubenur dan Wakil Gubernur Aceh dengan Presiden Jokowi di Istana Negara. Menurut riwayat, hukuman cambuk yang selama ini dilakukan secara terbuka akan dilaksanakan secara tertutup. Wacana ini kononnya dimaksudkan agar para investor tidak takut menanamkan modalnya di Aceh.


Intimidasi Barbarian

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 11 Juli 2017

Foto: kaskus.co.id

“Seorang ahli IT dibacok.” Demikian tajuk berita dari beberapa media yang terlihat menyebar merayap melalui media sosial. Bahkan sebelum media maenstream merilis laporan resmi, media sosial telah lebih dulu hadir dengan ragam liputan terkait pembacokan terhadap Hermansyah, salah seorang ahli IT yang menyebut “tragedi” chat Habib-Firza sebagai palsu. Pada awalnya, laporan-laporan dari media sosial sempat membingungkan sebagian netizen dengan beredarnya foto-foto pembacokan yang sebagiannya justru hoax.


Thursday, July 27, 2017

Apa Karya dan Riwayat Terpendam Bagian II

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 10 Juni 2017

Penulis di depan rumah Apa Karya (2017)

Pagi itu (09/07/17), saya menikmati secangkir kopi panas bersama Azmi Abubakar di seputaran Kota Bireuen. Di sela-sela diskusi ringan, saya mengajukan satu pertanyaan kepada Azmi. Bagaimana bisa Apa Karya (Zakaria Saman) membangun rumah semegah itu? Awalnya saya menduga Azmi akan terkejut mendengar pertanyaan tersebut. Tapi dia hanya tersenyum.


“Duet Maut” dan Identitas Simbolik

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 10 Juli 2017



Senior saya Risman Rachman, dalam catatan redaksi AceHTrend dengan tajuk “Style Aceh, Dok Takhem” mencoba mengulas tentang munculnya berbagai style pakaian yang digunakan kepala daerah di Aceh. Dari hasil pantauannya di media sosial, Risman menyebut ada tiga style yang sedang “viral” saat ini, yaitu meusingklet gaki, meugantung gaki dan meusarong gaki.


Tuesday, July 25, 2017

Menatap Bireuen dari Puncak Teulaga Maneh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 08 Juli 2017



Saya bersama Bang Azmi Abubakar mengawali pagi (Jumat, 06/07/17) dengan meneguk kopi di pusat Kota Bireuen, tepatnya di depan Meunasah Kulah Batee. Sambil menikmati kopi sanger, kami terlibat perbincangan dengan seorang pemuda Bireuen, sebut saja namanya “brother” (untuk menghindari menyebut bunga). Brother mengajak kami untuk jalan-jalan sambil menunggu waktu Jumat. Setelah menceritakan sedikit tentang objek yang akan dituju, kami pun merasa tertarik dan bahkan terhipnotis.