Wednesday, November 16, 2016

Dayahisme Vs Acehisme dalam Pilkada Bireuen

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 04 Oktober 2016



Sebagian masyarakat Bireuen beberapa waktu lalu terhebohkan dengan keputusan tim dokter RSUZA yang menyatakan bahwa salah seorang bakal calon Bupati atas nama Saifannur tidak lulus tes kesehatan. Kabar duka ini berkembang cepat dengan bantuan media sosial. Saifannur sebagaimana dirilis oleh beberapa media menyatakan menolak hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter tersebut. Aksi penolakan ini kemudian berlanjut dengan “serbuan” tim sukses Saifannur ke Panwaslih Aceh. Nasib serupa (tidak lulus tes kesehatan) juga dialami oleh sejumlah bakal calon lainnya di beberapa daerah di Aceh.


Mari Selamatkan Indonesia, Tuan Presiden!

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 11 November 2016

Sumber Foto: Poskota News

Sungguh di luar dugaan bahwa aksi 4 November 2016 (411) yang melibatkan sejumlah komponen Umat Islam di tanah air berlangsung damai, aman dan tertib. Jumlah massa yang kabarnya jutaan telah berhasil menebar damai di hari yang berkah, hari Jumat. Mereka melakukan aksi damai setelah sebelumnya bermunajat kepada Tuhannya melalui shalat berjamaah – dengan kondisi berdesak-desakan. Dengan jumlah massa yang membludak itu, jika mereka mau, mereka bisa saja menurunkan Presiden dari tahtanya, tapi kenyataannya tidak mereka lakukan. Hal ini membuktikan bahwa kaum muslimin itu setia pada tujuannya – mereka ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya.


Saling Tipu Antara Rakyat dan Politisi

Oleh: Khairil Miswar 

Batee Iliek, Samalanga 11 November 2016

Sumber Foto: Enrichment Journa

Agama melarang keras menipu. Banyak sekali teks-teks agama yang menjadi dasar hukum dilarangnya menipu. Perbuatan menipu adalah perbuatan yang keji. Menipu tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merugikan diri sendiri. Pada dasarnya menipu adalah sebuah perbuatan yang jika terus diulang-ulang maka ia akan menjadi satu sifat yang melekat pada diri seseorang.


Tuesday, November 8, 2016

Pemimpin Jubun

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 06 November 2016


Sumber Foto: Pixabay


Idealnya, seorang pemimpin itu dicintai oleh rakyatnya, dan ia pun mencintai rakyatnya. Kondisi ini hanya akan terjadi jika hubungan keduanya berada dalam harmoni. Dan harmoni itu sendiri baru tercapai jika pemimpin itu mampu mengayomi, melindungi dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Adapun rakyat menunjukkan sikap taatnya kepada si pemimpin. Jika keseimbangan ini mampu dibangun, maka keharmonisan itu akan hadir dengan sendirinya.


Adili Ahok!

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 16 Oktober 2016

Sumber Foto: LinkedIn

Pasca pernyataannya yang kontroversial dan dianggap menistakan Islam – Ahok terus saja “diserang” dari segala penjuru oleh umat Islam Indonesia. Statemen Ahok terkait surat Al-Maidah ayat 51 telah memicu terjadinya reaksi keras dari kaum muslimin. Dalam pernyataannya, yang kemudian tersebar luas melalui media sosial – Ahok disebut-sebut telah melakukan penistaan terhadap agama dan juga “pelecehan” terhadap para tokoh agama (ulama). Pada awalnya, Ahok bersikukuh bahwa dirinya tidak berniat menistakan Alquran. Namun dalam perkembangan selanjutnya, Ahok secara resmi meminta maaf kepada umat Islam.


Tuesday, November 1, 2016

Para Pewaris Tiro dalam Pilkada Aceh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 27 Oktober 2016

Hasan Tiro
Foto: Viva.co.id

Ada yang unik dalam Pilkada Aceh 2017, di mana ada empat tokoh “pewaris Tiro” yang akan bersaing ketat. Harian Waspada Medan dalam edisi 26/10/16 juga menampilkan headline bertajuk 4, 5, 6 Mantan Petinggi GAM. Para pewaris Tiro (anak didik Hasan Tiro) dimaksud adalah Zakaria Saman (nomor urut 2), Zaini Abdullah (nomor urut 4), Muzakkir Manaf (nomor urut 5) dan Irwandi Yusuf (nomor urut 6). Keempat tokoh ini nantinya akan “bertempur” meraih simpati masyarakat Aceh pada Februari mendatang.


Ahok dan Alquran

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 29 Oktober 2016

Ahok. Sumber Foto: Benteng NKRI

Kalau boleh jujur, saya melihat Ahok tak ubahnya pelawak yang sedang naik daun. Selama kepemimpinannya di Jakarta, entah sudah berapa banyak lawakan yang dilakoninya. Setiap lawakan yang dilakukan oleh Ahok kerap kali menuai kritik dari publik, baik dari masyarakat Jakarta, atau pun masyarakat Indonesia pada umumnya.


Berebut “Paling GAM”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 29 Oktober 2016

Foto Para Pendukung PA pada Kampanye Pilkada 2012

Guru saya, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, dalam salah satu artikelnya dengan tajuk Menyoal Eskalasi Konflik Keagamaan di Harian Serambi Indonesia beberapa waktu lampau telah mengupas satu topik menarik terkait fenomena keagamaan di Aceh. Gejala sosial kegamaan yang sedang melanda Aceh itu menurut guru saya telah melahirkan paradigma baru dalam beragama: “berebut paling siap mati.” Dalam artikel itu, guru saya mengupas tentang berbagai problem keagamaan dan juga kasus-kasus intoleransi antar umat beragama di Aceh. Sebelumnya, juga pernah muncul berbagai tulisan dari penulis lainnya, terkait gejala sosial keagamaan dengan topik dan tajuk hampir serupa: “Berebut Paling Saleh.”