Wednesday, September 30, 2015

Ketika Kekerasan Menjadi Tabi’at

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 23 September 2015

Ilustrasi. Sumber Foto: www.sorotnews.com
Yang Pah Kupeh Sige” (cocoknya kupukul sekali), “nyan yang pah tapak tajoek” (cocoknya kita tendang). Kalimat-kalimat serumpun ini sudah sangat sering kita dengar di kedai-kedai kopi, khususnya di Aceh. Ia adalah kalimat-kalimat sederhana yang saya, anda dan mereka ucapkan sehari-hari. Ketika amarah telah memuncak dan akal telah mati, maka mulut pun “berpuisi” dengan kalimat-kalimat itu. Tak puas hanya berucap, terkadang berlanjut pada aksi. Kekerasan itu bermula dari hati tersebab benci, kemudian turun ke mulut dengan caci dan akhirnya bermuara ke “kaki”, maka terjadilah pemukulan, pembunuhan, pembantaian, pengusiran, perusakan dan bahkan pembakaran.


Wednesday, September 23, 2015

Abu Indrapuri; Seorang Mujahid “Wahabi”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 16 September 2015

Dari kiri ke kanan: Abu Indrapuri, Abu Daud Beureueh dan Tgk Di Lam Oe
Sumber Foto: T.A. Talsya, Sekali Republiken Tetap Republiken
Pendahuluan

Belakangan ini banyak beredar poster yang berisi foto-foto ulama kharismatik Aceh. Poster-poster tersebut bisa dengan mudah kita dapatkan di toko-toko buku yang ada di Aceh. Di sebagian tempat juga ada para pedagang keliling yang membawa poster-poster tersebut pada hari-hari pasaran (uroe peukan). Keberadaan poster-poster tersebut yang memuat foto dan juga biografi singkat para ulama Aceh tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat guna mengenal ulama dan tokoh-tokoh pendahulunya.



Sunday, September 20, 2015

Mazhab dan Toleransi

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 18 September 2015

Ilustrasi. Sumber: www.panoramio.com
Mustafa Masyhur, sebagaimana dikutip oleh Muhammad AR (2007: 16), menyebut bahwa Islam adalah suatu nizam, suatu sistem hidup yang lengkap, syumul dan merangkumi setiap realitas kehidupan. Dengan kata lain, Islam adalah agama “terlengkap” yang pernah ada di muka bumi ini. Islam tidak hanya mengurusi masalah-masalah ritual (hablu minallah) semata, tapi juga membahas masalah keduniawian (hablu minan nas), semisal ekonomi, politik dan juga persoalan-persoalan kenegaraan.


Friday, September 18, 2015

Mendamaikan Kaum Muslimin di Aceh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 15 September 2015

Khairil Miswar. Foto 2013
Innamal mukminuuna ikhwah, fa ashlihu baina akhawaikum, demikianlah potongan surat Al-Hujurat ayat 10 yang termaktub dalam Al-Qur’an Al Karim. Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wata'aala menyatakan bahwa orang-orang beriman itu bersaudara. Tidak hanya bersaudara, tapi kita juga dilarang untuk bercerai berai. Dalam surat Ali Imran ayat 103, Allah juga berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu saling bercerai-berai”.


Monday, September 14, 2015

Idrus Ramli, Jangan “Ganggu” Aceh Kami!

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 10 September 2015

Sumber Foto: Nitizen
Tulisan ini aku tujukan ke hadapan Yang Mulia Kiyai Haji Muhammad Idrus Ramli Hafizahullah. Anggap saja tulisan ini sebagai “surat cintaku” kepadamu. Bukannya aku tidak mengenal kantor Pos, bukan pula aku tak punya ongkos, tapi sengaja kutulis surat ini di sini, agar saudara-saudaraku dan juga saudara-saudaramu dapat membaca surat ini. Meskipun surat ini kutujukan kepadamu, tapi tidak ada secuil rahasia pun dalam surat ini.


Saturday, September 5, 2015

Teuku Wisnu, Wahabi dan “Khilafiyah Karet”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 04 September 2015

Teuku Wisnu Bersama Ulama Darul Hadits Yaman di Banda Aceh
Sumber Foto: aceh.tribunnews.com
Sebagai masyarakat “kampung”, saya tidak banyak tahu tentang dunia keartisan (dunia hiburan), karena saya paling malas nonton acara-acara berbau artis di TV, apalagi yang namanya SE-NE-TRON, kecuali film-film layar lebar yang diangkat dari novel-novel ternama, semisal El-Syirazi itu. Dari kecil, saya tidak pernah hafal nama-nama artis, karena tidak pernah ditanyakan di sekolah. Hanya beberapa artis yang saya ingat namanya, seperti Rhoma Irama, Rano Karno, Titik Puspa dan artis-artis “lawas” lainnya.


Wednesday, September 2, 2015

Menggungat “Tuhan” dan “Syaitan”

Oleh: Khairil Miswar 

Krueng Mane, 29 Agustus 2015

Pria Bernama "Tuhan" di Banyuwangi
Sumber Foto: www.tempo.co
Jujur, sebenarnya saya merasa “risih” dengan judul artikel ini, tapi apa boleh buat, saya kehabisan akal untuk mencari redaksi judul yang relevan guna membahas dua fenomena unik yang sedang “menghebohkan” Indonesia, khususnya jagad maya. Nampaknya publik Indonesia lebih tertarik dengan isu ini dibanding masalah rupiah yang “naik-turun”. Masyarakat kita juga terlihat lebih “responsif” terhadap isu “Tuhan” dan “Syaitan” jika dibanding dengan “perseteruan” Rizal Ramli versus Jusuf Kalla yang sempat menghiasi media tanah air baru-baru ini.