Sunday, September 11, 2016

Negeri “Durkaha”

Oleh: Khairil Miswar

Bireuen, 02 September 2016

Foto: www.suara.com

Ada perasaan miris bercampur marah ketika membaca sebuah artikel di JPNN yang bertajuk “Rumah Pengibar Merah Putih Saat Proklamasi Juga Digusur”. Beliau adalah H. Ilyas Karim warga kelurahan Rajawati yang menurut riwayat adalah salah seorang pengibar bendera Merah Putih pada saat Indonesia Raya yang kita huni ini diproklamirkan oleh Soekarno Hatta. JPNN merilis kabar bahwa rumah H. Ilyas Karim juga ikut digusur oleh aparat negara. Padahal, sebagaimana pengakuannya kepada JPNN, beliau bukanlah warga liar, beliau membayar pajak, memiliki KTP sebagai bukti beliau adalah penduduk yang sah – bukan migran dari negara asing. Bahkan beliau juga mengaku memiliki surat tanah dan bangunan yang lengkap – pertanda bahwa beliau bukan pengungsi dari negara luar.

Pasca penggusuran itu, juga dikabarkan bahwa beliau terpaksa tinggal di Mushalla. Menyedihkan! Sebagaimana dirilis detik.com, wilayah Rajawati yang selama ini ditempati oleh H. Ilyas Karim, oleh Pemprov DKI Jakarta dinyatakan akan dikembalikan ke wilayah hijau. Ini adalah sebuah bentuk “kedurhakaan” Pemprov DKI terhadap salah seorang pejuang kemerdekaan RI. Seorang pensiunan TNI AD yang pernah menyandang pangkat Letnan Kolonel saja, seperti H. Ilyas Karim tidak bisa dihargai, bagaimana pula dengan pejuang-pejuang dari Lasykar Mujahididin bersenjata bambu runcing yang belum tentu memiliki pangkat ketika mereka bertaruh nyawa memperjuangkan negeri ini?

Detik.com menyebut bahwa Ilyas Karim adalah salah satu pengibar bendera Merah Putih. Di zaman perjuangan kemerdekaan, Ilyas Karim adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API). Pada malam hari sebelum dibacakannya teks proklamasi, Ilyas Karim dan sejumlah teman-temannya diundang ke rumah Soekarno. Ilyas Karim ditunjuk oleh Latief sebagai salah seorang pengibar bendera karena usianya adalah yang paling muda kala itu – 18 tahun. Masih menurut detik.com, setelah pengibaran bendera Merah Putih, Ilyas Karim kemudian menjadi tentara. Ia pensiun pada tahun 1979 dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Namun sayangnya, dua tahun kemudian Ilyas Karim juga diperlakukan “tidak layak”, ia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi – sebuah kesatuan tentara yang namanya (Siliwangi) adalah usulan dari Ilyas Karim ketika diundang ke Bandung pada 1948 oleh Mr. Kasman Singodimejo. Sejak pengusiran itulah Ilyas Karim menetap di pinggir rel kereta api. Bahkan, sedihnya lagi, Ilyas Karim selama ini menderita stroke mata sehingga matanya harus diplaster agar tidak terpejam. 

Ilyas Karim seperti dirilis suara.com bahkan berani adu data jika ada pihak yang meragukan bahwa dirinyalah pria bercelana pendek yang mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945. Pada 2011, okezone.com pernah merilis sebuah artikel yang menyatakan bahwa pengibar bendera Merah Putih bercelana pendek tersebut bukanlah Ilyas Karim, tetapi Suhud. Fadli Zon juga secara tegas menyanggah pengakuan Ilyas Karim (kompas.com/2011), bahwa menurut dokumen yang ia miliki, pria bercelana pendek itu adalah Suhud, anak buah Sudiro yang merupakan salah seorang asisten Soekarno. Namun, Fadli Zon tidak menolak kemungkinan bahwa Ilyas Karim bisa saja ada dalam barisan saat itu, meskipun bukan sebagai pengibar bendera.

Di usia senjanya, dengan kondisi yang sakit – setelah mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara, dia justru diperlakukan “tidak layak” oleh penguasa negeri. Padahal, tanpa perjuangan orang-orang seperti Ilyas Karim dan juga segenap pejuang lainnya, tentunya Indonesia yang kita banggakan saat ini tidak akan nampak wujudnya. Kita ini apalah? Hanya mengisi kemerdekaan yang dengan susah payah direbut dari penjajah oleh para pejuang. Tanpa perjuangan mereka, kita tentu masih menjadi “budak penjajah”.

Terlepas dari “khilafiyah” tentang benar tidaknya Ilyas Karim sebagai salah seorang pengibar bendera Merah Putih, peran serta beliau dalam perjuangan kemerdekaan tentu sulit dinafikan. Seharusnya negara menunjukkan sikap hormat kepada mereka. Tokoh-tokoh yang lahir kemudian pasca perang kemerdekaan – selama dia punya kontribusi kepada negeri ini pun harus dihargai. Apalagi “orang-orang jompo” seperti Ilyas Karim yang pernah memanggul senjata mengusir penjajah. Buat apa tiap senin kita hormat bendera jika para pejuang tidak mampu kita hargai? Nasionalisme jangan hanya dibibir!

Artikel ini sudah dipublikasikan di Kompasiana

Share this article :


1 comment:

  1. Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.




    KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI












    Saya Atas nama IBU WINDA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan AKI SOLEH 100% tembus(4D) <<< 3510 >>> saya menang togel (763,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW
    trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.




    KLIK DISINI SITUS ANGKA RAMALAN TOGEL GAIB HARI INI





















    ReplyDelete