Monday, February 22, 2016

Aceh dan “Budaya” Konsumerisme

(Let Model)

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 02 Februari 2016

Ilustrasi. Sumber Foto: dreamreader.net

Sebanyak 92 warga biasa yang dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) palsu membobol kredit bank di Aceh Tamiang sebesar Rp 12,8 miliar, demikian kabar yang dilansir oleh Serambi Indonesia (20/01/16) beberapa waktu lalu. Kisah tentang pembobolan bank di Aceh juga pernah terjadi pada tahun 2014, di mana ketika itu kononnya terjadi penggelapan uang kredit di Bank Aceh Capem Balai Kota Banda Aceh yang mencapai 4 miliar (SI, 09/01/14).


Sunday, February 7, 2016

LGBT, HAM dan Solusi Temporal

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 06 Februari 2016

Ilustrasi. Sumber Foto: urban-echo.co.uk
“Semakin banyak orang sudah memahami bahwa orientasi seksual ataupun identitas seksual seseorang tidak membuat seseorang lebih baik ataupun lebih buruk dari orang lain. Tidak ada alasan lagi buat kita untuk merasa malu atau takut karena kita berbeda orientasi seksual dengan orang kebanyakan.”. Demikian kutipan singkat yang saya “cubit” dari website LGBT Indonesia.


Thursday, February 4, 2016

Aneuk Pusue

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 04 Februari 2016

Ilustrasi
Sumber Foto: citizenimages.kompas.com

Nampaknya saya tidak perlu berpanjang-panjang kalam apalagi berputar-putar pada istilah. Semakin panjang semakin bosan, semakin memutar semakin bingung. Langsung saja ke pokok persoalan. Bagi masyarakat Aceh Pantai Timur nampaknya sudah paham betul dengan judul ini. Untuk kawasan Pantai Barat Selatan, saya tidak tahu apakah mereka memakai istilah yang sama atau berbeda. Yang jelas, aneuk pusue ini jika dimelayukan atawa diindonesiakan akan memiliki makna yang serumpun dengan anak ketapel (pusue = ketapel), lebih kerennya peluru ketapel yang berasal dari batu-batu kecil.


Monday, February 1, 2016

Pemuda dan Kecerdasan Emosional

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 01 Februari 2016

Ilustrasi. Sumber: www.free-management-ebooks.com

Gardner sebagaimana dikutip Hamzah B. Uno (2009) menyebut bahwa seseorang memiliki berbagai rupa kecerdasan, seperti kecerdasan logis matematis, kecerdasan bahasa, kecerdasan musical, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetis, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal. Selain itu, dalam dunia pendidikan juga dikenal istilah kecerdasan emosional yang dalam pandangan Salovey dan Meyer masuk dalam lingkup kecerdasan sosial (Aunurrahman, 2012). Salah satu bentuk kualitas emosional yang penting bagi keberhasilan seseorang menurut Salovey dan Meyer adalah kemampuan mengendalikan amarah.