Friday, January 29, 2016

Jihad Semesta Melawan Narkoba

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 27 Januari 2016

Ilustrasi. Sumber Foto: forum.kompas.com

Beberapa waktu lalu, tepatnya 11 Januari 2016, alhmadulillah saya mendapat kesempatan mengikuti Seminar Nasional dengan topik “Memaknai Jihad Kontemporer” di Tiara Hotel Medan. Yang menjadi pemateri saat itu Prof. Dr. Din Sjamsuddin, mantan ketua umum PP Muhammadiyah dan dipandu oleh Dr. Dedi Sahputra. Seminar tersebut dilaksanakan dalam rangka HUT Harian Waspada ke 69.


Wednesday, January 27, 2016

Tolak Kelompok Bersenjata di Aceh!

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 16 Januari 2016

Ilustrasi. Sumber Foto: www.pinterest.com
Menjelang berakhirnya tahun 2015, kelompok bersenjata paling dicari oleh pihak Kepolisian yang dipimpin oleh Din Minimi memutuskan untuk turun gunung alias menyerah kepada Badan Intelejen Negara (BIN), tepatnya kepada Sutiyoso yang saat ini menjabat sebagai kepala BIN. Aksi menyerahnya Din Minimi membuat banyak pihak tercengang dan terheran-heran – dan sebagian terkagum-kagum, sebab sebelumnya kelompok ini telah memaklumkan “perang” terhadap Pemerintah Aceh dibawah kendali Zaini-Muzakkir (Zikir).


Sunday, January 17, 2016

Saudi Vs Iran; Bagaimana Sikap Kita?

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 15 Januari 2016

Ilustrasi. Sumber foto: www.youtube.com
Pemerintah Arab Saudi beberapa waktu lalu dikabarkan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Republik Islam Iran. Aksi pemutusan hubungan ini dilakukan oleh Saudi setelah terjadinya penyerbuan terhadap Kedutaan Saudi di Teheran pada Minggu (3/1/2016). Republika mengabarkan bahwa masyarakat Iran melakukan unjuk rasa menyerbu Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dengan menghancurkan barang-barang di kantor tersebut.


Tuesday, January 12, 2016

“Senandung Jampoek”

Oleh: Khairil Miswar

Bireuen, 08 Januari 2016

Ilustrasi. Sumber: www.kembangpete.com
Dalam keterangannya di media, Zaini Abdullah alias Abo Doto menegaskan bahwa beliau akan kembali mencalonkan diri sebagai cagub pada 2017 mendatang. Dengan adanya pernyataan tersebut telah mempertegas keingian Abu Doto untuk kembali “berkuasa” – yang awalnya dianggap hanya sebagai kabar angin, sekarang berubah menjadi kabar betul. Menurut pengakuannya kepada media (Serambi Indonesia), banyak kalangan yang meminta beliau (Abu Doto) untuk kembali maju guna meneruskan program-program yang sudah digagas dalam kepemipinannya selama ini. Kononnya, akibat dorongan inilah Abu Doto memutuskan untuk maju kembali. Benar tidaknya pengakuan ini wallahu a’lam, kita tidak tahu karena kita tidak ikut beliau turun ke daerah, dan beliau tidak pula memperdengarkan rekamannya kepada kita. Tapi kita berhusnu dhan sajalah.


Wednesday, January 6, 2016

Kembalinya Din Minimi

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 02 Januari 2016

Din Minimi
Sumber Foto: www.acehterkini.com
“Kelompok Din Minimi Turun Gunung”, demikianlah judul berita di halaman muka Harian Waspada Medan edisi 30 Desember 2015. Sebelumnya, artikel tentang Din Minimi juga pernah saya tulis di media ini (Harian Waspada) pada 5 Juni 2015 dengan tajuk “Si Pitung dan Din Minimi”. Kabar terkait menyerahnya Din Minimi pada 28 Desember 2015 lalu berhembus dengan cepat via media online. Bahkan pemberitaan tersebut menjadi topik hangat di media sosial. Din Minimi dan anggota kelompoknya, dijemput langsung oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Selain itu, Juha Christensen yang merupakan mantan penasihat politik Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM) yang juga pernah aktif di Crisis Management Initiative (CMI) Finlandia dan Interpeace juga turut hadir dalam penjemputan itu (waspada.co.id). Kelompok Din Minimi juga menyerahkan 15 pucuk senjata api (senpi) yang terdiri dari 13 pucuk AK-47, sepucuk jenis SS1 dan sepucuk pistol FN bersama tabung pelontar dan amunisi.


Saturday, January 2, 2016

Menuntut Profesionalisme Penegak Hukum di Aceh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 27 Desember 2015

Sumber Foto: m.news.viva.co.id
Media online portalsatu.com (29/12/15) merilis berita terkait menyerahnya (turun gunung) kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Din Minimi. Kepulangan Nurdin Ismail (Din Minimi) kononnya disambut langsung oleh Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letjen. Purn Soetiyoso di Desa Ladang Baro Kecamatan Julok Aceh Timur. Aksi turun gunung Din Minimi adalah berkat usaha-usaha persuasif yang dilakukan oleh beberapa pihak, khususnya Adi Maros, Direktur LSM Aceh Human Foundation (AHF). Menyerahnya Din Minimi juga disebut-sebut diawali dengan negosiasi yang dilakukan oleh Kepala Badan Intelejen Negara (BIN). Usaha semacam ini, yaitu dengan pendekatan kekeluargaaan juga pernah dilakukan oleh pihak TNI yang dimpimpin oleh Kolonel Inf. Achmad Daniel Chardien selaku Danrrem 011 Lilawangsa, yang saat itu (01/06/15) mengunjungi rumah Nurdin Ismail alias Din Minimi di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.


Apa Yang Kita Dapat Dari Tsunami?

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 27 Desember 2015 

Khairil Miswar (Penulis)
Foto Di Ulee Lheu Pasca Tsunami Tahun 2005
Kemarin (26/12/15) dan juga hari ini, beranda facebook masih dipenuhi oleh beragam status dengan topik yang sama – tsunami. Hampir semuanya bercerita tentang duka yang terjadi sebelas tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2004. Harian Serambi Indonesia hari ini (27/12/15) juga memasang foto seorang gadis yang sedang menitikkan air mata, pas di halaman depan Koran itu. Saat itu, Aceh dilanda gempa hebat dan disusul dengan gelombang tsunami yang dahsyat. Saya banyak mendengar cerita tentang keganasan gelombang tsunami dari beberapa teman saya yang selamat. Saya sendiri tidak sempat menyaksikan bencana hari itu, karena pada 26 Desember saya berada di Bireuen. Saya berangkat ke Banda Aceh pada 27 Desember, sehari setelah tsunami. Saat itu saya masih sempat menyaksikan tumpukan-tumpukan mayat dan wajah kota yang hancur. Saya menyaksikan kerusakan yang luar biasa, yang tidak pernah terduga sebelumnya. Alhamdulillah keluarga saya selamat dan tidak ada yang menjadi korban hari itu. Tapi saya kehilangan beberapa teman dan sahabat terbaik. Allahummagfirlahum.