Saturday, December 19, 2015

Bahasa Kita

Oleh: Khairil Miswar

Bireuen, 15 Desember 2015

Ilustrasi. Sumber Foto: commons.wikimedia.org
Tindakan salah ucap yang mungkin tanpa sengaja telah dipraktekkan oleh guru kita Syaikh Muda Tuanku Samunzir bin Husein pada perayaan Milad GAM ke 39 beberapa waktu lalu, telah memberi inspirasi bagi banyak penulis di Aceh untuk mencurahkan isi kepalanya melalui tulisan yang beraneka rupa. Ada penulis yang secara “ikhlas” melakukan pembelaan, dan bahkan seperti membenarkan kata-kata itu berhamburan di udara dengan dalih untuk menaikkan semangat pendengar. 


Monday, December 14, 2015

Teumeunak Bukan Warisan Endatu

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 12 Desemberi 2015

Pasar Sigli Tahun 1930
Sumber Foto: Koleksi Digital
Setelah video yang berisi ceramah dari seorang pempimpin zikir di Aceh tersebar luas di dunia maya, berbagai respon pun bermunculan. Pro kontra tidak dapat dihindari, dan saya sendiri berada di pihak yang kontra. Pihak yang pro pada ceramah yang disisipi dengan makian tersebut pun menggunakan berbagai “dalil” untuk membenarkan tindakan yang sudah terlanjur itu. Sebaliknya, pihak yang kontra juga tidak tinggal diam, dengan menggunakan berbagai argumen, mereka (dan termasuk saya) juga mencoba meluruskan kekeliruan yang oleh sebagian pihak terlanjur dianggap benar. 


Saturday, December 12, 2015

Hasan Tiro “Telah Mati”

(Refleksi 39 Tahun GAM: 4 Desember 1976 – 4 Desember 2015)

Oleh: Khairil Miswar 

Banda Aceh, 06 Desember 2015

Dr. Muhammad Hasan Di Tiro
Sumber Foto: www.republika.co.id
Bagi penggemar Nietzsche, tentu tidak asing dengan satu kalimat heboh yang menyatakan bahwa “Tuhan Telah Mati”. Friedrich Nietzsche adalah seorang filsuf besar yang lahir di Roken Jerman pada tahun 1844 Masehi. Ungkapan “Tuhan Telah Mati” (God is death) yang dikemukakan Nietzshe dalam The Gay Science tentunya bebas ditafsirkan sesuai selera, meskipun jauh dari maksud Nietzshe itu sendiri. Namun sayangnya, tulisan ini tidaklah dimaksudkan untuk mengupas atau pun menafsirkan ungkapan God is death ala Nietzshe. Tulisan ini dengan segala keterbatasannya, berhajat untuk memperbincangkan pesan-pesan Hasan Tiro, proklamator Gerakan Aceh Merdeka yang kononnya secara kebetulan juga seorang pengagum Nietzshe.


Wednesday, December 9, 2015

Antara Zikir dan Caci Maki

(Respon Terhadap Pidato Syaih Muda Samunzir bin Husein)

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 09 Desember 2015

Syaikh Samunzir bin Husein
Sumber Foto: majeliszikrullahaceh.com
Seorang teman (entah sengaja atau tidak) menandai saya dalam satu video yang diupload via media youtube dengan tajuk “Cerapa Ustaz Samunzir Saat Milad GAM Ke-39”. Pada awalnya saya tidak begitu merespon video tersebut karena paket internet saya lagi kritis. Saya baru menikmati video tersebut keesokan harinya setelah membeli kartu internet di kedai Bang Li. Dengan mengucapkan bismillah saya pun memutar video tersebut. Setelah mendengar dengan tekun, dan mengulang beberapa bagian yang penting, saya pun mengakhiri tontonan dengan mengucapkan astagfirullah.



Istana Wali

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 08 Desember 2015

Sumber Foto: aceh.tribunnews.com
Sulit dibayangkan bagaimana jadinya hidup ini jika tanpa wali. Tentu kita akan menemui banyak kesukaran dalam kehidupan tanpa sosok wali. Siswa di kelas tentu akan kocar-kacir jika tidak dikawal oleh wali kelas. Jika orang tua kita meninggal, dalam kikuk harta warisan pun mesti melibatkan wali. Pernikahan calon pengantin pun akan gagal total jika tanpa restu dan kehadiran seorang wali. Semegah apapun sebuah kota akan kacau-balau tanpa dipimpin oleh seorang wali kota. Bahkan, dunia musik pun akan layu tanpa kemunculan Wali Band. Demikian besarnya peran wali dalam kehidupan ini. Tersebab itulah, jangan menghina, mengejek dan membenci sosok wali.