Monday, October 26, 2015

Ijazah Palsu dan “Bencana” Moralitas

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 23 Oktober 2015

Ilustrasi. Sumber Foto: rri.co.id
Palsu dan dusta adalah dua kata yang meskipun berbeda tetapi memiliki keterkaitan yang erat. Kepalsuan merupakan sebuah produk yang muncul dari kedustaan. Kita tentu sering mendengar istilah janji palsu, sumpah palsu, beras palsu dan uang palsu. Kemunculan janji palsu, sumpah palsu, beras palsu dan uang palsu tersebut tentu tidak bisa dipisahkan dengan kedustaan para pelakunya. Berawal dari kedustaan, kemudian melahirkan kepalsuan dan akhirnya mengantarkan pelakunya pada “neraca moralitas”, di mana publik berhak memberi penilaian dengan “tinta merah”.


Thursday, October 22, 2015

Bijak Melihat Singkil

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 16 Oktober 2015

Sumber Foto: http://beritagar.id/
Mendengar nama Singkil, tentu kita akan terkenang pada sosok ulama besar yang pernah menjadi Mufti Kerajaan Aceh Darussalam pada masa pemerintahan empat ratu. Beliau adalah Syaikh Abdurrauf As-Singkily, penulis Kitab Miratul Thullab. Nama Syaikh Abdurrauf As-Singkily atau yang lebih dikenal dengan Syiah Kuala telah diabadikan sebagai nama salah satu perguruan tinggi ternama di Aceh (Unsyiah).


Thursday, October 15, 2015

Harus Muda dan Generasi Rabbani

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 24 September 2015

Bireuen Tahun 1910
Sumber Foto: Koleksi Digital KM
Tanpa terasa, pada 12 Oktober 2015 mendatang, Bireuen akan kembali merayakan Ulang Tahunnya yang ke-16. Bireuen adalah salah satu kabupaten di Aceh yang dikenal sebagai kota dagang dan juga digelar dengan Kota Juang. Gelar Kota Juang bukanlah “pemberian gratis”, tapi diperoleh dengan kerja keras di masa lalu, di mana saat itu Bireuen menjadi tempat berkumpulnya para pejuang militan dari seluruh Aceh untuk kemudian bertaruh nyawa di Medan Area dalam rangka melawan agresi militer Belanda. Dari Bireuenlah api perjuangan itu dikobarkan. Di Bireuen pula Soekarno membakar semangat para pejuang untuk melakukan jihad fi sabilillah guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang kala itu baru seumur jagung.


Menyikapi “Konflik Agama” di Aceh Singkil

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 13 Oktober 2015

Sumber Foto: Serambinews.com
Tanpa terasa waktu terus bergulir dan kita akan segera meninggalkan tahun 1436 H. Besok (14 Oktober 2015) kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1437 H yang merupakan tahun baru bagi kaum muslimin di seluruh dunia.


Jangan Kerdilkan Mahasiswa!

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 11 Oktober 2015

Sumber Foto: Nitizen
Sebelum berpanjang-panjang kalam, saya mohon maaf kepada semua pihak yang nantinya mungkin kurang berkenan dengan tulisan ini. Negara ini negara demokrasi, di mana setiap warga negara diberi hak oleh Konstitusi untuk menyampaikan pendapatnya, selama pendapat tersebut tidak mengandung fitnah, tidak memicu permusuhan, tidak menanam kebencian terhadap pihak-pihak tertentu atau pun tindakan makar terhadap negara.