Wednesday, August 26, 2015

Rezim Mu’tazilah dan “Konflik” Mazhab di Aceh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 26 Agustus 2015

Sumber Foto; Fb Serambi Mekkah
Dalam bukunya, Muhammad Ahmad menyebutkan bahwa kata Mu’tazilah berasal dari kata I’tizal yang berarti memisahkan diri. Sedangkan Mu’tazilah adalah orang-orang yang memisahkan diri. Sebagian ulama menyebut bahwa nama Mu’tazilah adalah sebuah nama yang diberikan oleh orang dari luar golongan Mu’tazilah. Adapun orang-orang Mu’tazilah sendiri lebih senang menggunakan nama Ahlut Tauhid wal ‘Adl.[1] Pendapat lain, sebagaimana dikutip oleh Harun Nasution dari Ibn Al-Murtadha, menyatakan bahwa kaum Mu’tazilah sendirilah yang memakai nama tersebut dan bukan diberikan oleh orang lain.[2] Menurut Syahrastani, firqah Mu’tazilah disebut juga dengan kaum Qadariyah, akan tetapi Mu’tazilah sendiri menyatakan bahwa sebutan tersebut mubham sehingga mereka menolak disebut Qadariyah.[3]


Friday, August 21, 2015

Memerdekakan Damai Aceh

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 16 Agustus 2015

Bagi Aceh, bulan Agustus sangatlah “istimewa”. Pada bulan Agustus, ada dua momen besar yang diperingati oleh masyarakat Aceh. Pertama adalah HUT Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus. Peringatan HUT RI ini telah dimulai sejak Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya sampai dengan saat ini. Kedua adalah peringatan Damai Aceh yang diperingati pada 15 Agustus setiap tahunnya. Ini adalah “tradisi” baru pasca penandatangan Memorandum of Understanding (MoU Helsinky) antara RI dan GAM pada 15 Agustus 2005 silam. 


Sepuluh Tahun Damai Aceh dan Kontroversi “Bintang Bulan”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 15 Agustus 2015


Tanpa terasa, hari ini (15 Agustus 2015) genap sepuluh tahun usia damai Aceh. Peristiwa bersejarah tersebut berlangsung pada 15 Agustus 2005, di mana kedua belah telah menandatangani satu nota kesepahaman yang dikenal dengan MoU Helsinky. Pasca penandatangan tersebut, secara perlahan perdamaian pun terwujud dan kondisi keamanan pun mulai pulih. Namun dalam perjalanannya, riak-riak kecil masih saja terjadi, meskipun dalam skala kecil. 


Wednesday, August 12, 2015

Menjawab Kegundahan Muhammad Iqbal Jalil Cs terhadap Wahabi

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 12 Agustus 2015


Dalam status facebooknya tertanggal 09 Agustus 2015, Al-Imam Al-Muhaddits Al-‘Allamah Asy-Syaikhul Akbar Al-Mukarram Muhammad Iqbal Jalil Hafidhahullah kembali mengeluarkan “fatwa” mencengangkan dengan menyebut bahwa “Aceh Darurat Aqidah”. Satu “fatwa” yang patut diacungi jempol oleh semua pihak. Fatwa tersebut bukanlah sembarang fatwa karena ia lahir dari hasil ijtihad mendalam seorang ‘alim besar nan wara’, seorang maha guru bernama Muhammad Iqbal Jalil.