Tuesday, April 28, 2015

Ahok Kian “Menohok”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 28 April 2015

Foto Ahok. Sumber: news.liputan6.com
Sebenarnya tidak ada untungnya membicarakan Ahok, hanya buang-buang waktu dan energi. Dia bukan abang saya, bukan adik saya, bukan ayah saya, bukan mak cik saya, bukan paman saya, bukan sepupu saya, bukan ipar saya, bukan yahwa saya, bukan miwa saya, dan bukan pula anak saya, apalagi kakek saya. 


Thursday, April 23, 2015

Aceh, Kristenisasi dan “Periuk Nasi”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 14 April 2015

Ilustrasi. Sumber Foto: ketikakuberkata1.rssing.com
Sepanjang sejarahnya, Aceh yang terletak di ujung utara Sumatera telah mengalami berbagai kondisi pahit manisnya sebuah kehidupan dari generasi ke generasi. Meskipun kedatangan Islam ke Aceh “masih diperselisihkan” oleh pakar sejarah – di mana ada teori Pasai (abad ke 14) dan teori Peureulak (abad ke 7), baru-baru ini kononnya juga telah muncul teori baru pasca penemuan koin emas di Pande, namun terlepas dari semua itu, nampaknya tidak ada “khilaf” ahli sejarah bahwa dari Aceh-lah Islam tersebar ke Nusantara. Tidak hanya itu, Kerajaan Aceh di masa lalu juga pernah mencapai puncak kejayaannya yang memiliki armada laut “terkuat” di Asia Tenggara dengan 500 buah kapal perang. Kononnya kekuatan militer yang dimiliki Aceh kala itu telah membuat Portugis berdiri “bulu kuduk”.


Tuesday, April 21, 2015

Dari Kartini Menuju Kacingieng

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 21 April 2015 

Ilustrasi
Sudah menjadi “tradisi” di negeri ini, bahwa setiap 21 April selalu saja diperingati sebagai hari Kartini. Putri bangsawan bernama Raden Ajeng Kartini dilahirkan pada 21 April 1879 di Jepara Jawa Tengah. Semasa berada dalam “pingitan”, kononnya Kartini sering berkirim surat dengan noni-noni Belanda. Dikisahkan bahwa Kartini punya cita-cita besar ingin mengangkat derajat kaum wanita di Indonesia. “Mazhab” yang dianut oleh Kartini dalam mengembangkan ide emansipasinya adalah “Mazhab” noni-noni Belanda. Menurut Kartini, pria dan wanita di negeri-negeri Eropa telah dianggap dianggap “setara”, berbeda halnya dengan Indonesia (Jawa), di mana wanita hanya berada di bawah “telapak kaki” laki-laki.


Saturday, April 18, 2015

Sekolah “Haram”, Paket C “Halal”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 18 April 2014


“Polisi Tangkap 44 Joki Paket C di Bireuen”, demikianlah sebuah tajuk berita yang terpampang di media Serambi Indonesia (16/04/15). Kononnya aksi penangkapan para gacok ujian paket C itu berlangsung di tempat mereka ujian, yakni di SMAN 2 Bireuen pada Rabu (15/4) sore. Meskipun terkadang saya merasa “acuh” dengan hal-hal seperti ini, namun sebagai warga Bireuen, tentunya saya juga harus “memaksa diri” untuk ikut berduka, setidaknya sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi sosial yang terjadi di tanah tempat saya dilahirkan.


Tuesday, April 14, 2015

Panggung Dakwah dan “Budaya” Caci Maki

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 14 April 2015

Ilustrasi: Sumber: www.kaskus.co.id
Ilustrasi ini memang "kurang etis", tapi terpaksa dipakai juga agar cepat paham.
Meskipun kata dakwah telah sangat fasih diucapkan masyarakat Indonesia, tak terkecuali Aceh, namun kata tersebut bukanlah bahasa asli Indonesia. Kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang diadopsi dan diserap dalam pembendaharaan kata Indonesia. Akar kata dakwah adalah da’a – yad’u – du’aa an – (da’watan). Kata kerja da’a berarti mengajak atau menyeru, adapun mashdar dari kata da’a yaitu da’watan bermakna seruan. Kata mashdar inilah yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia dan lazim disebut dengan dakwah.


Saturday, April 11, 2015

Propaganda Ruwaibidhah

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 11 April 2015

Ilustrasi Pendusta. Sumber: voa-islam.com
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].



Sunday, April 5, 2015

“Menjenguk” Aboebakar Atjeh dan Karya-Karyanya

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 01 April 2015

Prof. Dr. H. Aboebakar Atjeh. Sumber Foto: Buku  Aliran Syi'ah di Nusantara
Tubuhnya lumayan tinggi dan tegap dengan bentuk muka persegi. Kulitnya kuning langsat dan rambutnya keriting serta jarang tersisir rapi. Dialah Aboebakar Atjeh, seorang penulis terkemuka yang banyak menghasilkan karya tulis dalam bidang agama Islam. Aboebakar Atjeh dilahirkan di Koetaradja pada 28 April 1909. Penulis produktif tersebut adalah anak dari pasangan Sjeh Abdurrahman dan Hadji Na’in. Ayah Aboebakar Atjeh sewaktu hidupnya pernah mengabdi sebagai imam Mesjid Raya Koetaradja. 



Pemberedelan Media Islam dan “Logika Dangkal” Rezim Jokowi

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 31 Maret 2015

Ilustrasi: Salah Satu Situs Yang Kena Bredel. Sumber. Hidayatullah.com
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai media, khususnya media internasional tengah panas-panasnya memberitakan aksi penyerangan terhadap kelompok Syi’ah Houthi Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi. Berbagai media mengabarkan bahwa koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi tersebut telah membuat para pemberontak Syi’ah kewalahan. Oleh sebagian pihak, serangan Arab Saudi ke Yaman disebut-sebut sebagai “perang baru” Sunni-Syi’ah. Berbagai tanggapan pun bermunculan, lazimnya sebuah keputusan politik, tentunya akan dihiasi oleh pro dan kontra.