Friday, February 27, 2015

Wahabi, Wahabi dan Wahabi

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 27 Februari 2015

Syaikh Adel Al-Kalbani. Sumber Foto: www.kiblat.net
Ada perasaan geli, ketika membaca sebuah surat terbuka di Serambi Indonesia (Jumat, 27/02/15) dengan tajuk “Surat Terbuka kepada Kapolda Aceh”. Surat tersebut ditulis oleh seorang “faqih terkenal” Abuya Muhammad Iqbal Jalil yang menyebut dirinya sebagai seorang santri di Samalanga (Bireuen, Aceh). 


Wednesday, February 25, 2015

Bersikap Adil Terhadap Australia

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 23 Februari 2015

Foto Australia. Sumber: www.mixxoh.com
Tidak ada yang menduga bahwa ucapan Perdana Menteri Australia, Tony Abbot beberapa hari lalu telah mengundang reaksi yang begitu keras, tidak hanya di Aceh, tapi hampir di seluruh pelosok Indonesia. Pernyataan Abbot yang mengungkit bantuan tsunami kepada masyarakat Aceh dalam beberapa hari terakhir telah menyita perhatian kita semua. Berbagai kecaman terhadap Abbot pun bermunculan, tidak hanya di dunia maya, tapi juga menjalar ke dunia nyata. “Mulutmu harimaumu”, mungkin adagium inilah yang pantas disematkan kepada Abbot.


Tuesday, February 24, 2015

Jangan Lebay Menyikapi Abbott

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 24 Februari 2015

Ilustrasi Tsunami Aceh. Sumber: www.tribunnews.com
Tidak ada yang menduga bahwa pernyataan “kolot” yang diucapkan oleh Abbot terkait bantuan tsunami beberapa waktu lalu telah memicu reaksi yang semakin luas. Tidak hanya di Aceh, aksi pengumpulan koin telah berlangsung di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Abbot telah menusuk duri di atas luka, sehingga masyarakat Indonesia, khususnya Aceh terlihat ngotot ingin mengembalikan bantuan tersebut kepada Abbot. Sebagai bangsa yang punya harga diri, tentunya, aksi pengumpulan koin tersebut harus didukung oleh semua pihak. Penulis, sebagai bagian masyarakat Aceh juga mendukung aksi pengumpulan koin tersebut.


Monday, February 23, 2015

Tony Abbott Yang “Tak Berbobot”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 20 Februari 2015

Tony Abbot. Sumber: reneweconomy.com.au
Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang tergabung dalam jaringan narkotika Bali Nine telah divonis mati oleh pemerintah Indonesia karena kedapatan menyelundupkan 8,2 kg heroin, sepuluh tahun lalu (u.msn.com). Atas vonis tersebut, pemerintah Australia melalui Menlu Julie Bishop meminta pemerintah Indonesia untuk mengampuni kedua warga negaranya tersebut (bbc.uk, 12/02/15).


Saturday, February 21, 2015

Tony Abbot Perdana Menteri “Tak Berbobot”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 21 Februari 2014

Tony Abbot. Sumber: www.theaustralian.com.au
Pernyataan PM Australia, Tony Abbot beberapa waktu lalu yang mengungkit bantuan tsunami kepada Indonesia (Aceh) secara tidak langsung telah memaksa nalar kita semua untuk menyebut Abbot sebagai perdana menteri yang tak berbobot. Pernyataan tersebut di satu sisi merupakan bentuk kebingungan yang coba ditunjukkan oleh Abbot kepada publik internasional. Abbot hendak “menggertak” Indonesia agar kasus narkoba dibarter dengan bantuan tsunami. 


Friday, February 20, 2015

Pilih Kawin Paksa atau Terpaksa Kawin?

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 15 Februari 2015

HAMKA. Sumber: www.rabithah-alawiyah.org


“Gadis-gadis dan pemuda-pemuda zaman sekarang sangat menentang kawin paksa, lantaran itu maka kawin paksa tidak ada lagi, gantinya adalah kawin terpaksa, penutup malu” (HAMKA, 1982)


Misionaris dan “Pagar Betis”

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 17 Februari 2015

Ilustrasi Serangan Kristen. Sumber: lampuislam.blogspot.com
Beberapa waktu lalu, Serambi Mekkah kembali dihebohkan dengan penemuan buku-buku beraroma Kristiani di beberapa kabupaten di Aceh. Buku-buku yang disebarkan menggunakan Jasa Pos tersebut telah membuat banyak pihak di Aceh “naik darah”. 


Tuesday, February 17, 2015

Pemikiran Ulil Absar Abdala dan Jaringan Islam Liberal

Oleh: Khairil Miswar 

Nim: 26142251-2

Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry, Konsentrasi Pemikiran dalam Islam

Foto Ulil Abshar Abdala. Sumber: www.solopos.com

A. Pengantar

Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, publikasi mazhab pemikiran yang disebut ”Islam liberal” tampak digarap sistematis. Pengelolanya menamakan diri sebagai ”Jaringan Islam Liberal” (JIL). Sebelum lahirnya JIL, wacana Islam liberal telah beredar di meja-meja diskusi dan sederet kampus, akibat terbitnya buku Islamic Liberalism (Chicago, 1988) karya Leonard Binder, dan Liberal Islam (Oxford, 1998) hasil editan Charles Kurzman. 


Saturday, February 14, 2015

“Pungo Batee”*

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 14 Februari 2015

Ilustrasi Zaman Batu. Sumber: dutaalfarizi.blogspot.com
Sambil menyodorkan setumpuk “bate incin” ke hadapan saya, seorang teman berujar: “kablo hai sineuk, bate nyoe lagak” (belilah satu, batu ini bagus). “Pu bate teuman nyan?” (batu apa memangnya), tanya saya. Sambil menujuk ke arah batu yang ada di hadapannya, si teman berkata: “yang nyo giok, nyan kecubung, jeh zamrud” (ini giok, ini kecubung dan itu zamrud). Saya hanya mengangguk mendengar ceramah si teman yang terlihat begitu bersemangat.


Thursday, February 12, 2015

Saya, Pena dan Mesin Tik


Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 09 Februari 2015

Ilustrasi Mesin Tik. Sumber: aktualpost.info




Menurut cerita dari orang tua, sebelum masuk sekolah, saya sudah bisa membaca dengan lancar. Saya masuk sekolah dasar (Madrasah Ibtidaiyah) pada tahun 1987. Saya lahir pada tahun 1981, jadi saat masuk sekolah, usia saya baru enam tahun. Jika benar cerita orang tua saya, artinya saya sudah bisa membaca latin dan Arab (Alquran) sebelum usia enam tahun.


Tuesday, February 10, 2015

TEOLOGI MU’TAZILAH


Oleh: Khairil Miswar 

NIM: 26142251-2
Konsentrasi: Pemikiran dalam Islam
Program Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh


Ilustrasi. Sumber: www.elgomaa.com



A. Pendahuluan

Kemunculan aliran-aliran dalam Islam diawali pada saat terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan Radhiallahu 'anhu. Aliran-aliran tersebut muncul sebagai aliran politik yang kemudian berevolusi menjadi aliran teologi. Setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam wafat terjadi “kegaduhan” antara kaum Muhajjirin dan Anshar terkait kepemimpinan agama dan politik pasca Nabi. Masing-masing pihak – Muhajjirin dan Anshar mengajukan tokoh sebagai pengganti Nabi. 


Sunday, February 8, 2015

Aceh Menulis

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 08 Februari 2015 


Khairil Miswar (Foto 2013)
Pada masa lampau (masa kerajaan), Aceh telah melahirkan banyak penulis. Di antara yang terkenal adalah Syaikh Nuruddin Ar-Raniry, Syaikh Abdurrauf As-Singkili dan Syaikh Hamzah Fansuri. Nama yang disebut terakhir, bahkan telah berhasil mengangkat derajat sastra Melayu di mata dunia. Namun sayangnya, karya-karya Hamzah Fansuri telah langka di Aceh akibat terjadi “pemusnahan” besar-besaran pada masa Nuruddin Ar-Raniry. 


Wednesday, February 4, 2015

Pentingnya Pendidikan Akhlak dalam Keluarga

Oleh: Khairil Miswar 

Bireuen, 10 Agustus 2014

Sumber: www.ikpmmadinah.com
Kata akhlak merupakan serapan yang berasal dari Bahasa Arab, yaitu al-khuluqu dengan bentuk jamak akhlaq (Munawwir dan Fairuz, 1997: 21). Dalam Kamus Al-Marbawi kata khuluqu diterjemahkan sebagai perangai dan tabiat. Adapun dalam Kamus Besar Bahasa (2003: 20) Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dengan demikian, dari sisi bahasa, secara sederhana akhlak dapat dipahami sebagai sebuah perilaku yang dimiliki oleh seseorang. Secara umum, perilaku itu sendiri dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis; perilaku baik (aklaqul karimah) dan perilaku tercela (akhlaqul mazmumah).