Habis Sesat Terbitlah Stres


Oleh : Khairil Miswar 

Bireuen, 05 April 2011

Sumber: jadiberita.com
Secara sederhana aliran sesat dapat diartikan sebagai sebuah aliran atau sekte dalam suatu agama yang sebagian atau seluruh ajarannya bertentangan dengan aturan dasar agama tersebut. Dalam Islam aliran sesat ini sering disebut dengan istilah “ Firqah Dhallah “. Sebenarnya istilah aliran sesat bukanlah hal baru dalam Islam. Salah satu aliran sesat terbesar yang masih eksis sampai sekarang adalah sekte Syi`ah yang mayoritas berkembang di Iran.

Pelopor Aliran Sesat

Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa aliran dalam Islam pertama kali muncul setelah terbunuhnya Khalifah Usman Bin Affan R.a. Pada saat itu aliran tersebut masih dalam bentuk aliran politik bukan aliran agama. Diantara aliran-aliran besar yang lahir kala itu adalah Khawarij, Syi`ah dan Mu`tazilah. Pada perkembangannya kemudian semua aliran tersebut berubah dari aliran politik menjadi aliran agama ( sekte ) dengan lahirnya faham-faham yang saling bertentangan satu sama lain. Adapun ciri-ciri utama aliran khawarij adalah dengan mudah mengkafirkan orang Islam hanya karena orang tersebut melakukan dosa besar. Aliran ini juga mengkafirkan para shahabat Nabi Saw seperti Ali Bin Abi Thalib, Mu`awiyah, Amru Bin Ash, Abu Musa Al-Asy`ari dan sahabat -sahabat lain yang terlibat dalam peristiwa tahkim ( Muhammad Ahmad, Tauhid Ilmu Kalam, Pusataka Setia, 1997).

Aliran Syi`ah adalah aliran yang berlebihan memuja Ali Bin Abi Thalib r.a bahkan sebagian dari mereka ada yang meyakini bahwa malaikat Jibril as tersalah dalam menyampaikan wahyu yang seharusnya diturunkan kepada Ali bukan kepada Nabi Muhammad Saw. Aliran ini dilahirkan oleh seorang tokoh Yahudi dari Yaman yang bernama Abdullah Bin Saba`. Ciri – ciri khusus dari aliran ini adalah mereka meyakini bahwa imam-imam mereka ma`sum ( terjaga dari kesalahan ). Mereka juga percaya bahwa imam-imam mereka mengetahui hal-hal gaib (Ihsan Ilahi Zhahir, Salah Faham Sunnah Syi`ah, Risalah, 1984)

Aliran Mu`tazilah adalah aliran yang lahir di kota Basrah yang dipelopori oleh Wasil Bin `Ata. Salah satu keyakinan sesat dari aliran ini adalah mereka menafikan sifat – sifat Allah Swt, mereka juga memfatwakan bahwa Al -Quran adalah makhluk. Aliran ini juga dikenal dengan aliran rasionalis (Muhammad Ahmad, 1997)

Selain dari tiga aliran tersebut diatas masih banyak lagi aliran lain seperti Murji`ah, Jabariah, Najariyah dan Musyabbihah. Dari tujuh Firqah tersebut kemudian lahir beberapa aliran lagi yang jumlah seluruhnya berkisar 73 aliran atau lebih.

Ciri-Ciri Umum Ahlusunnah Waljama`ah.

Secara singkat ahlusunnah waljama`ah dapat diartikan sebagai sebuah golongan yang tetap berpegang teguh dengan aqidah Nabi Saw dan para shahabatnya Radhiallahu `Anhum. Siapa saja yang masih setia berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw serta atsar para shahabat dapat dipastikan bahwa dia adalah Ahlusunnah Waljama`ah. 

Nabi Saw pernah bersabda dalam sebuah hadits yang bersumber dari Irbadh Bin Sariyah dan diriwayatkan diantaranya oleh Imam Ahmad Bin Hambal dan Abu Daud yang berbunyi : “ Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakqwa kepada Allah Swt, dengarkan dan patuhilah walaupun kalian diperintah oleh seorang budak habsyi. Sesungguhnya barang siapa yang hidup diantara kamu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang diberi petunjuk setelahku. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi gerahammu dan jauhilah perkara – perkara yang baru, sesungguhnya setiap perkara baru itu adalah bid`ah “ diriwayat yang lain disebutkan “ dan setiap bid`ah adalah sesat, setiap yang sesat tempatnya di neraka “.

Dalam hadits tersebut Nabi Saw memerintahkan kita untuk tetap berpegang kepada AL – Quran dan Sunnah serta atsar para shahabat. Nabi Saw juga mengingatkan kita agar tidak terpengaruh dengan hal – hal yang baru ( yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi dan para shahabat ) agar kita tidak tersesat. 

Nabi Saw juga pernah bersabda bahwa umat Islam akan berpecah menjadi 73 aliran, semuanya masuk neraka kecuali Ahlusunnah Waljama`ah. Agar kita tidak mudah terpengaruh dengan aliran sesat kita dituntut untuk benar – benar memahami apa itu ahlussunnah waljama`ah.

Pengetahuan tentang keyakinan ASWJ sangat penting karena kita mustahil menuduh orang lain sesat sedangkan kita sendiri tidak tahu dimana letak kebenaran diri kita. Setelah kita benar – benar faham apa itu kebenaran maka sangat mudah bagi kita untuk mengenal apa itu kesesatan. Bagaimana kita bisa membedakan warna kuning dan ungu jika kita sendiri buta warna? 

Hampir semua media lokal yang ada di Aceh Cuma mengabarkan tentang penangkapan dan kecaman terhadap pelaku aliran sesat dan sampai hari ini belum ada penjelasan yang memadai baik oleh pihak MPU, dayah dan juga pakar hukum Islam tentang apa itu i`tiqad Ahlussunnah Waljama`ah padahal penjelasan tersebut sangat penting. Dalam tulisan singkat ini saya akan mencoba memaparkan beberapa keyakinan Ahlussunnah Waljama`ah yang saya kutip dari beberapa sumber rujukan diantaranya Kitab Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid karangan Syaikh Abdurrahman Bin Hasan Alu Asy – Syaikh yang di ta`liq oleh Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baaz. Diantara keyakinan ASWJ adalah sebagai berikut: Pertama,meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah Swt dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah Swt serta tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Kita dituntut untuk tidak meminta kepada selain Allah ; memakai jimat, percaya kepada dukun dan meminta berkah kepada kubur adalah syirik. Kedua, Mengakui bahwa Muhammad Saw adalah hamba dan rasul Allah Swt yang diutus untuk seluruh umat manusia dan beliau Saw adalah penutup para Nabi dan Rasul ; tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW. Faham Ahmadiyah sesat karena meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, demikian juga dengan millah abraham dikatakan sesat karena meyakini Ahmad Mushaddeq sebagai Nabi. Ketiga : Tidak menghina dan mencaci shahabat Nabi Saw. Kita mengharapkan kepada para guru, ustaz dan teungku untuk tidak lagi mempopulerkan cerita Tsa`labah, karena Tsa`labah Bin Hathib Al- Anshary adalah seorang shahabat Rasulullah SAW yang ikut dalam perang badar. (Al-Hafidz Ibnu Hajar Al – Asqalani ; Al-Ishaabah fi Tamyiz Ash-Shahabah ). Allah SWT telah memaafkan dosa orang – orang yang ikut dalam perang badar baik dosa yang telah lalu maupun dosa yang akan datang. Rasulullah SAW juga bersabda : “ Tidak akan masuk neraka seseorang yang ikut serta dalam perang badar” ( Hadits riwayat Ahmad ). Keempat, menjauhi bid`ah. Tentang bid`ah banyak sekali hadits Nabi yang melarang kita untuk mengerjakannya. Nabi Saw telah bersabda bahwa setiap bid`ah adalah sesat. Secara singkat bid`ah dapat diartikan sebagai sebuah amalan yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Saw. Khususnya di Aceh perilaku bid`ah ini sudah merajalela dan mengakar. Kelima, percaya kepada qadha dan qadar, azab kubur, syurga, neraka dll. Masih banyak lagi keyakinan ASWJ yang tidak mungkin semuanya kita uraikan disini. Beberapa poin diatas cukuplah sebagai gambaran umum tentang keyakinan ASWJ. Untuk lebih jelas silahkan mempelajarinya dalam kitab – kitab Tauhid baik yang tulis oleh Syekh Muhammad Bin Abdul Wahab atau ulama – ulama lainnya. 

Sikap Terhadap Aliran Sesat

Mengutip pernyataan ketua PGRI Aceh di Harian Aceh ( Selasa, 5 April 2011 ) yang menyatakan ; kita tidak mau keyakinan anak didik kita dirusak gara – gara aliran sesat, kita harus menolaknya. ( Maaf ) menurut saya pernyataan seperti ini justru menjadi bukti tentang lemahnya ketekunan kita dalam mendidik anak – anak. Sebenarnya sekolah dan dayah harus lebih serius mendidik anak – anak jangan sampai kalah dengan aliran sesat. Jika ternyata ada anak didik kita yang terpengaruh dengan aliran sesat, kita tidak bisa serta merta menyalahkan aliran sesat lantas kita melupakan kelalaian kita. Kita harus menyadari bahwa kurikulum kita lemah sehingga dapat disaingi oleh kurikulum aliran sesat. Coba bayangkan, kita punya gedung tempat belajar, kita punya buku yang cukup bahkan lebih dan kita juga punya guru dan teungku – teungku yang profesional, kita juga bisa mengajar bebas ditempat terbuka tanpa diawasi. Bandingkan dengan aliran sesat, mereka tidak punya tempat khusus untuk mengajarkan ajarannya, mereka tidak punya cukup buku, mereka juga tidak punya guru yang profesional, buktinya banyak pentolan aliran sesat yang tertangkap dan bahkan sebagian dari mereka tidak begitu faham dengan ajaran sesatnya. Mereka juga tidak bisa mengajar terang – terangan seperti kita, mereka harus mencari tempat yang tersembunyi agar tidak diawasi dan ditangkap oleh masyarakat. Lantas kenapa kita bisa dikalahkan oleh mereka? Mari kita berfikir jernih, apa pantas seorang tentara yang gagah dan bersenjata lengkap ( guru/ustaz/teungku ) dikalahkan oleh seorang preman pasar ( aliran sesat ) yang sama sekali tidak punya senjata? Han ek takhem. 

Jika kita tidak ingin anak – anak kita terluka akibat terkena peluru di medan perang, solusinya adalah memakaikan baju besi kepada mereka, bukan sebaliknya malah menyalahkan peluru. Jika kita tidak ingin anak-anak kita tersesat solusinya adalah kita harus serius menanamkan iman dan aqidah kepada mereka, tidak cukup dengan mengutuk aliran sesat. Jika pendidikan aqidah tidak ditanamkan kepada anak sejak dini percayalah tanpa aliran sesatpun anak-anak kita akan sesat dengan sendirinya. 

Namun demikian saya sangat sepakat dengan pernyataan Sekjend HUDA di media Harian Aceh yang mengusulkan agar pelaku aliran sesat dihukum mati. Sah – sah saja jika ada pihak yang menginginkan para pelaku aliran sesat dihukum mati. Namun kita harus adil pada saat menjatuhkan hukuman tersebut. Diakui ataupun tidak di Aceh masih banyak pelaku – pelaku sesat yang aktivitasnya dilakukan oleh pribadi – pribadi masyarakat. Sampai sekarang masih banyak masyarakat kita yang menggunakan jimat, meminta bantuan dukun untuk mencari barang hilang, peuglah kaoy di kuburan orang alim dll. Apa perilaku ini tidak sesat? 

Pengajian Al-Quran Hadits sesat ? 

Dari beberapa nama aliran sesat yang diumumkan MPU Aceh salah satunya adalah pengajian Al-Quran dan Hadits. Pihak MPU seharusnya menjelaskan dimana letak kesesatan pengajian Al-Quran dan Hadits jangan sampai terjadi salah faham ditengah masyarakat. Jika membaca sepintas terkesan bahwa pihak MPU melarang belajar Al-Quran dan Hadits. Disini butuh penjelasan apakah aliran Quran Hadits (nama aliran) yang sesat atau pekerjaan belajar quran hadits? Jangan sampai masyarakat dibingungkan dengan pernyataan yang tergolong syubhat dan tidak jelas seperti ini. Pihak MPU harus segera memperjelas persoalan ini jangan sampai menjadi masalah baru ditengah masyarakat. Aneh memang jika MPU menyesatkan orang yang belajar Quran dan Hadits. Jika belajar Quran dan Hadits itu sesat lantas apa yang harus kita pelajari ? Apa kita harus belajar Injil dan Taurat supaya tidak sesat ? Allahu Akbar. Ada-ada saja MPU. Wallahu A`lam.

Artikel ini sudah dimuat di Harian Aceh


loading...

No comments